6 Film Mengecewakan yang Membunuh Karir Sutradaranya

Posted on

Tak hanya merugi dan dihujat kritikus, 6 film mengecewakan ini juga sukses membunuh karir dari sutradaranya sendiri. Apa saja? Ini dia contoh-contohnya!

1. Dragonball Evolution

Salah satu film mengecewakan untuk penikmat animanga jelas adalah Dragonball Evolution. Jelas, Dragonball sulit untuk diadaptasi ke layar lebar. Tapi tetap saja hasil jadi film ini begitu kacau dan menggelikan. Gagal meraih untung dan diejek kritikus, Dragonball Evolution adalah judul yang ingin dilupakan oleh fan.
Justin Wong selaku sutradara Dragonball Evolution menjadi korban kegagalan epik ini. Kalau kamu melihat halaman IMDB-nya, kamu akan menemukan hal menarik: Wong tidak lagi menjadi sutradara layar lebar setelah Evolution. Semua karya berikutnya sebagai sutradara adalah tayangan televisi.
Saat seorang sutradara gagal, studio Hollywood akan lebih berhati-hati dalam mengontraknya. Bila ini terjadi ya si sutradara antara harus beralih menggarap serial TV atau mencoba membuat film independen.

2. Green Lantern

Martin Campbell bukan sutradara kacangan. Kalau kamu melihat halaman IMDB-nya, kamu akan melihat banyak judul populer. Sebut saja Golden Eye, The Mask of Zoro, dan Casino Royale. Lalu datang Green Lantern, dan karir Campbell berikutnya sempat terjebak membuat film TV saja.
Kalau saja film ini sukses, seharusnya DC Extended Universe akan mulai jauh lebih cepat. Namun karakterisasi yang tidak terlalu bagus, efek yang bahkan di tahun 2011 saja terasa biasa saja, dan cerita yang kelewat padat sehingga membingungkan membuat Green Lantern kandas. Karir Campbell sebagai sutradara pun turut hancur bersamanya.
Ryan Reynolds sebagai bintang utama film ini juga sempat terpengaruh karirnya. Namun dia akhirnya bangkit lagi lewat perannya sebagai Deadpool yang luar biasa kocak.
Untuk Campbell, dia mulai menangani film layar lebar lagi lewat The Foreigner dan Across the River and Into the Tress. Patut ditunggu apakah kedua film itu membuat Campbell bisa memperoleh kepercayaan studio Hollywood untuk proyek film besar lagi.

3. Fantastic Four 2015

Fantastic Four adalah tim pahlawan super populer Marvel. Judul yang satu ini memiliki banyak sekali karakter menarik, seperti empat tokoh utamanya yang memiliki kekuatan super beraneka rupa. Bahkan karena lisensinya berada di Fox, Marvel tidak bisa memunculkan tokoh seperti Annihilus, Dr. Doom, Super Skrull, dan Galactus di film mereka sendiri.
Dua film pertamanya terasa hambar dan biasa saja. Tapi ternyata hambar dan biasa saja justru jauh lebih baik saat dibandingkan dengan film 2015 ini.
Film mengecewakan ini tercipta karena Josh Trank dan Fox sebagai studio. Trank dikabarkan bersifat tidak profesional sepanjang syuting dan berkelahi dengan Miles Teller (yang ia rekrut sendiri) serta tidak menyukai Kate Mara. Naskahnya pun memiliki banyak unsur kontroversial, seperti menggunakan ucapan “It’s clobbering time!” favorit The Thing sebagai kata-kata favorit kakak Thing saat menyiksanya.
Di sisi lain, Fox juga memberi modal yang lebih sedikit dari perkiraan dan mengatur isi film di luar kehendak Trank. Jadi jelas masalah film ini bukan hanya satu saja sumbernya.
Setelah menyutradarai Fantastic Four yang tergolong salah satu film mengecewakan 2015 ini, Josh Trank sempat hiatus panjang sebagai sutradara. Tapi dia berpotensi bisa bangkit dengan Fonzo, film tentang si gangster legendaris Al Capone. Kecuali kalau ada drama ngaco lagi saat penggarapannya tentu saja.

4. Heaven’s Gate

Michael Cimino adalah sutradara favorit Hollywood saat dia menyutradarai The Deer Hunter. Lalu dia menyutradarai Heaven’s Gate dan karirnya yang gemilang anjlok.
Penyebabnya sederhana: Heaven’s Gate adalah salah satu film paling merugi sepanjang sejarah. Informasi film ini di Wikipedia menyebutkan dari modalnya yang 44 juta dolar (tergolong besar untuk film tahun 80an) film ini hanya meraih pendapatan 3.5 juta dolar saja. Kegagalan yang luar biasa parah.
Tak seperti nama-nama sebelumnya, Cimino masih mengerjakan film setelah Heaven’s Gate. Namun karyanya setelah Heaven’s Gate semuanya anjlok, hingga akhirnya karirnya pun benar-benar berakhir.
Apakah filmnya jelek? Sebenarnya tidak. Kelemahannya adalah durasi film ini yang sangat panjang (219 menit untuk versi bioskop) dan temponya yang sangat lamban. Film ini bisa mudah membuat penontonnya bosan sebelum plotnya mulai menjadi menarik.
Selain itu, durasi 219 menit ini sebenarnya juga sudah dipotong dari durasi aslinya yang mencapai 325 menit. Ya, sampai enam jam lebih. Karenanya kamu juga mungkin akan merasa ada adegan yang terpotong-potong.
Meski begitu, Heaven’s Gate adalah film dengan sinematografi yang luar biasa dan memiliki plot yang sebenarnya lumayan menarik. Sayangnya, ya, film ini akan selamanya dikenang sebagai kegagalan yang mengawali akhir karir Michael Cimino.

5. Number 23

Joel Schumacher sukses bertahan dari kegagalan epik Batman and Robin. Setelah film itu dia bisa bangkit lagi lewat film seperti Tigerland dan Phone Booth, yang minimal cukup hits hingga ia tetap bisa berkarya. Film 8MM yang dirilis tak lama setelah Batman and Robin pun sebenarnya cukup oke.
Lalu datang film yang satu ini. Film ini dihujat oleh kritikus, gagal mendulang kesuksesan, dan pada akhirnya mengawal akhir karir Joel Schumacher sebagai sutradara. Schumacher masih membuat film setelah itu, tapi karya-karyanya tak disambut positif. Pada akhirnya dia tidak menyutradarai film layar lebar lagi sejak tahun 2011.
Sekali lagi, Schumacher adalah sutradara dari Batman and Robin. Film yang begitu jelek hingga Warner Bros mengubur film Batman bertahun-tahun hingga Christopher Nolan datang menyelamatkan dengan The Dark Knight Trilogy. Karirnya mampu selamat dari film itu, namun Number 23 dapat mengakhirinya dengan begitu pahit.
Film ini juga, sayangnya, sepertinya mengakhiri ambisi Jim Carey untuk menjadi aktor film serius

6. Survival of the Dead

Survival of the DeadKamu suka film zombi seperti The Walking Dead? Kalau begitu kamu harus berterima kasih pada George Romero. Film Night of the Living Dead-nya adalah yang membangkitkan genre horor zombi. Ia akhirnya menginspirasi banyak kreator lain di masa depan. Pola-pola film zombi ya kebanyakan diambil dari film dia.
Karir Romero sebagai sutradara dibunuh oleh kombinasi dua film. Film pertama adalah Diary of the Dead, yang mendapat respons buruk dari penikmat film. Lalu pada akhirnya yang menjadi penutup adalah Survival of the Dead, yang begitu jelek hingga filmnya raib dari peredaran dengan sangat cepat.
Survival of the Dead rilis tahun 2009. Sejak saat itu, Romero belum menyutradarai film lagi. Nasib yang sebenarnya tidak bagus untuk bapaknya genre horor zombi.
Itulah enam film mengecewakan yang sukses membunuh karir sutradaranya sendiri. Seperti bisa kamu temukan sendiri dari pembahasan di atas, satu kesalahan besar saja bisa membuat keberhasilan-keberhasilan seorang sutradara dilupakan Hollywood. Ada yang masih bisa bangkit, namun sebagian besar lenyap begitu saja tidak membuat film lagi.
Apakah kamu tahu judul-judul film mengecewakan lain yang sukses menamatkan karir sutradaranya? Kamu bisa menyampaikannya di kolom komentar!

NB: Klik Judul dari film tersebut untuk membaca SINOPSIS dari film tersebut.

Sumber: duniaku.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *