Istirahatlah Kata-Kata (2017)

Posted on

Setelah melanglang buana di berbagai festival film internasional, film “Istirahatlah Kata-kata” yang bercerita tentang penyair Wiji Thukul segera ditayangkan di dalam negeri.

Pada Sabtu (8/10), film tersebut diumumkan sebagai film terbaik pada Apresiasi Film Indonesia (AFI) kategori nonbioskop pada Malam Penganugerahan AFI 2016 di Manado, Sulawesi Utara.

Film yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen ini menyoroti kisah hidup Wiji Thukul saat masa pelariannya di Pontianak pada 1996. Yosep Anggi Noen sang sutradara dan Yulia Evina Bhara sang produser sedang berada di Busan International Film Festival untuk melakukan pemutaran perdana di Asia bersama delegasi Sinema Indonesia yang diusung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Pusbang Film.

Wahyu Susilo adik kandung Wiji Thukul yang mewakili pembuat film, menerima penghargaan di Manado dan membacakan puisi “Istirahatlah Kata-kata”.

Sementara, pada hari ini, Minggu (9/10) di Megabox, Haundae, Busan International Film Festival, “Istirahatlah Kata-kata” diputar. Setelah pemutaran berakhir, para pembuat film yang terdiri atas Yulia Evina Bhara, Yosep Anggi Noen, Gunawan Maryanto, dan Robin Moran melakukan sesi tanya-jawab.

Beberapa penanya memberikan komentar bahwa Korea Selatan dan Indonesia memiliki kesamaan, dimana kedua negara sama-sama sedang berproses dalam hal demokrasi.

Produser Yulia Evina Bhara mengatakan, film “Istirahatlah Kata-kata” direncanakan untuk tayang di bioskop dalam negeri. “Saat ini kami sedang melalui proses persiapan hingga film ini bisa dinikmati di layar-layar bioskop Indonesia pada Januari 2017,” tuturnya.

“Kami berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Apresiasi Film Indonesia 2016. Pada saat yang sama, film kami juga diapresiasi di Busan International Film Festival, Apresiasi dari festival film di dalam dan luar negeri adalah energi positif bagi film ini,” kata Yosep Anggi Noen, sang sutradara seusai pemutaran di Busan International Film Festival.

‎Film “Istirahatlah Kata-kata” tayang perdana di Locarno International Film Festival. Sejak diputar perdana, film itu berhasil berkompetisi di Vladivostok Film Festival (Rusia) dan Hamburg International Film Festival (Jerman). Setelah dari Busan International Film Festival, film ini akan berkompetisi di QCinema Film Festival di Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *